Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 29 Januari 2012

Kaskus Mirip Sebuah "Negara Digital"Kaskus Mirip Sebuah "Negara Digital"

Do you want to share?

Do you like this story?

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)
YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)
Ken Lawadinata - Andrew Darwis

JAKARTA, KOMPAS.com - Iseng dan kecil-kecilan yang berubah menjadi raksasa. Itulah Kaskus, singkatan dari ”kasak-kusuk”, yang dibidani Andrew Darwis bersama dua temannya saat di Amerika Serikat—Ronald dan Budi—serta Ken Lawadinata. Bermodalkan hanya 3 dollar AS (sekitar Rp 30.000), Kaskus yang November lalu berumur 12 tahun itu sudah menjadi raksasa komunitas berbasis web.

Total posting mereka telah mencapai 472.737.437 post dengan total jumlah anggota 3.766.268 orang. Setiap hari puluhan ribu barang beraneka jenis diperjualbelikan secara online di situs tersebut. Istilah-istilah dalam posting mereka pun memberi warna terhadap perbendaharaan kata dunia internet Indonesia. Sundul, gan!

Kaskus seperti apa yang Anda harapkan saat awal menciptakannya? Seiring dengan perkembangannya yang pesat, apakah ada perubahan dalam visi/harapan tersebut?
(Diana Laurencia, Jakarta)
Ken: Tujuan dibuatnya situs Kaskus pada awalnya untuk tempat ngumpul sesama mahasiswa Indonesia di luar negeri. Seiring bertambahnya waktu dan banyaknya komunitas yang bermunculan di dalam Kaskus membuat kami jadi berpikir ini harus dianggap serius. Karena itu, yang tadinya iseng- iseng kami ubah menjadi situs web yang visinya membantu pengguna internet di Indonesia untuk dapat mencari informasi sekaligus berdagang secara online.

Apa kiat atau barangkali keterampilan khusus yang dibutuhkan untuk membangun kesuksesan, khususnya bagi kaum muda?
(Muhammad Hari, xxxx@gmail.com)
Yang pasti percaya diri dan berani untuk berbeda sangat diperlukan untuk bisa menjalankan ide-ide kita. Banyak di antara kita yang memiliki ide bagus dan cemerlang. Namun, karena merasa masih terlalu muda dan takut untuk berbeda dari sekeliling kita, ide-ide tersebut akhirnya tidak direalisasikan. Jadi, untuk bisa sukses, minimal kita harus yakin dan berani untuk melawan social pressure.

Keuntungan apa yang Anda dapatkan selain materi yang berlimpah? Adakah keinginan untuk membuat situs lainnya?
(Dektio, Condet, Jakarta Timur)
Sejak berkonsentrasi di Kaskus, keuntungan nomor satu kami adalah mendapat banyak teman baru dari kalangan profesional dan komunitas kami sendiri. Untuk keinginan membuat situs lainnya, itu sudah pasti. Bila ada peluang yang bisa membuat pengguna internet di Indonesia menjadi lebih nyaman dan mudah dalam kehidupan sehari-hari, pasti kami akan coba untuk membuatnya.

Dengan pencapaian seperti saat ini, apa merasa sudah puas? Saya mau berterima kasih karena Kaskus sudah banyak membantu menyediakan informasi.
(Fransiska, Bandung)
Belum puas. Saat ini masih banyak yang belum mengenal internet, terutama di luar pulau Jawa. Pastinya kami hanya akan puas saat Kaskus dengan forum jual beli dan forumnya bisa membantu membawa penghasilan serta mempermudah kehidupan sehari -hari mayoritas orang Indonesia. Lastly, merebut posisi nomor 1 di Indonesia dari pesaing kami, Google, Facebook dan sebagainya.

Hal sederhana apa yang pertama kali Anda lakukan hingga terbentuk situs jejaring sosial Kaskus ini? Untuk Ken: Di usia Anda yang masih muda ini, apa visi Anda untuk Kaskus yang bakal Anda lihat ketika tua nanti?
(Rizki Kuncoro Hadi, Condong Catur, Depok, Sleman)
Andrew: Menyewa web hosting seharga 7 dollar AS per bulan untuk menginstal script gratis saat menjalankan Kaskus pertama kali.

Ken: Visi yang saya inginkan adalah Kaskus bisa membentuk industri online shopping di Indonesia. Indonesia adalah negara kepulauan, banyak konsumen yang tidak mendapatkan pilihan barang untuk dikonsumsi dan digunakan di luar kota besar. Jadi, bila Kaskus dapat membantu transaksi jual beli antarpulau itu bisa menggelorakan perekonomian negara kita sekaligus industri second hand goods. Itu yang menjadi visi saya saat ini.

Bagaimana cara Andrew menanggapi ejekan atau mungkin hinaan di forum Kaskus. Padahal, Andrew bisa saja mem-blacklist Kaskuser yang menghinanya?
(Abidal Olickz, xxxx@yahoo.com)
Ha-ha-ha. Saat ini dengan 3,7 juta anggota terdaftar dan dikunjungi oleh lebih dari 18 juta unik IP setiap bulan, rasanya Kaskus boleh dibilang mirip dengan sebuah ”Negara Digital”. Dalam membuat suatu keputusan pasti ada pihak yang merasa diuntungkan dan dirugikan. Ada juga yang merasa senang atas keputusan yang diambil. Sebaliknya, ada juga yang marah-marah.

Saya selalu berusaha mengutamakan yang terbaik untuk Kaskus. Selama 12 tahun menjalankan Kaskus, Saya tidak pernah mem-blacklist Kaskuser yang mengejek atau menghina.

Seberapa berpengaruhkah Kaskus buat Andrew dan Ken? Kok sepertinya Kaskus ini sudah mendarah daging sekali ya, ditinggal sebentar saja langsung ngamuk (overposting dan lain-lain).
I love Kaskus.

(Mentari ”Rhiela” Aprilianti, Sukabumi-Jawa Barat)
Kaskus sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Kebanyakan orang akan menjerit dan komplain saat Kaskus down. Itu membuktikan banyaknya orang yang bergantung pada Kaskus, baik yang hanya digunakan saat santai dan mencari hiburan di internet maupun yang menjadikannya mata pencaharian mereka. Jadi tidak aneh kalau mereka mengamuk.

Apakah Anda juga yang menciptakan istilah-istilah yang ngetrend di Kaskus?

(Benny, Jakarta Barat)
Tidak, kata-kata atau jargon yang khas di Kaskus itu terbentuk dan lahir dari komunitas kami sendiri.

Mimin, sejak tahun 2003, saya aktif di Kaskus, tetapi hanya berupa silent read. Saya mendapat banyak informasi berguna dari Kaskus. Namun, yang saya amat sayangkan, terkadang masih ada thread yang mengandung SARA dan pornografi yang membuat hati ini sedih. Langkah apa yang sudah Mimin lakukan untuk mencegah thread berbau SARA dan pornografi itu?
(Admoredjo Nanang KT Kopo, Bandung)
Memang, walaupun larangan sudah diberitahukan, masih banyak pengguna yang tidak bertanggung jawab yang mem-posting SARA dan pornografi. Saat ini kami punya 3 layer untuk ini. Pertama, moderator forum tersebut, hansip yang keliling, dan terakhir yang paling ampuh adalah laporan dari Kaskuser sendiri. Jadi, mohon bantuannya untuk menjaga Kaskus tetap bersih dari SARA dan pornografi.

Apabila ada suatu perusahaan/organisasi yang dipimpin oleh dua orang, tidak menutup kemungkinan terdapat ketidakkompakan. Apa resep yang membuat kalian berdua selalu kompak untuk maju bersama?
(M Zainal Mawahib, Semarang, Jawa Tengah)
Trust (kepercayaan), dari awal hubungan kami berdua cukup erat. Jadi, seberapa pun besar perdebatan yang terjadi kami yakin bahwa tidak ada niat jahat, juga saling mengakui dan menyadari kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sebelum ada Undang-Undang Pornografi, Kaskus menyediakan konten porno. Bagaimana tanggapan Bung Mimin (Andrew & Ken, panggilan di Kaskus) mengenai persepsi bahwa Kaskus dulunya menyediakan forum khusus dewasa?
(Setiadi, Seno, Semarang Tengah)
Saat Kaskus masih di AS, konten porno bukanlah sesuatu yang melanggar hukum, jadi sah-sah saja. Namun, setelah balik ke Indonesia, kami mengikuti peraturan yang ada. Jadi, untuk kami, selama ingin berbisnis di suatu tempat, yang pasti harus mengikuti peraturan yang berlaku.

Sebagai manusia, saya ingin menanyakan keseriusan Kaskus untuk tetap menjaga statement ”Kaskus is providing basic human rights such as freedom of speech”. Kaskus pernah menjadi bahan diskusi di kelas hak asasi manusia di kampus saya karena telah menjadi sarana paling sehat bagi para pemaki dan pembenci kaum minoritas LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transjender)

(Feri Sahputra, xxxx@lbhmasyarakat.org)
”Freedom of Speech” adalah moto paling penting untuk Kaskus. Kami akan menjaga Kaskus untuk dapat menjadi saluran suara bagi kaum apa pun juga, tentunya dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, kami tidak akan pernah tunduk pada suatu instansi yang memberi tekanan bersifat tidak adil atau berpihak. Kami akan menjaga status netral dan memberikan kesempatan untuk siapa pun agar berani berekspresi.

Apa sih tantangan atau rintangan terbesar sepanjang perjalanan Kaskus sampai masa sekarang? Bagaimana cara mengatasinya?
(Siti Fatimah, Mahasiswa Sastra Indonesia UNIMED, Medan)
Rintangan dan tantangan datang dalam berbagai macam bentuk. Bahkan, sampai sekarang pun kami tetap menemui tantangan dan rintangan. Namun, untuk kami, mempunyai partner dan tim yang tepat sangatlah krusial karena dalam bisnis informasi teknologi sumber daya manusia adalah segalanya. Jadi, mempunyai tim yang percaya dengan tujuan dan visi kita di saat jatuh bangun sangatlah penting.

Bagaimana cara memotivasi kaum muda agar bisa memanfaatkan waktunya semaksimal mungkin untuk hal-hal positif dan lebih bertanggung jawab atas masa depannya sendiri kelak?
(Thomas, xxxx@yahoo.com)
Berikan mereka lebih banyak studi kasus dan bertemu dengan tokoh-tokoh yang sukses yang bisa menjadi inspirasi yang sangat kuat untuk mereka. Sebab, terkadang teori hanya bisa membantu kita, tetapi tidak bisa membuat kita pasti sukses. Jadi, lebih banyak praktik bisa memberikan pengalaman yang sangat berharga saat mereka masuk ke dunia kerja nanti.

Halo Min. Setelah Kaskus terkenal dengan the largest Indonesian community, bagaimana cara Mimin memelihara anggota yang banyak itu. Bagaimana usaha Mimin untuk membangun Kaskus sebagai forum yang lebih berkualitas sehingga Kaskus diharapkan tidak hanya cukup menjadi largest, tetapi juga the best dalam hal yang lain
(Nevi Mugia Santosa, Serang-Banten)
Banyak usaha yang selalu kami lakukan untuk terus menjaga dan memelihara Kaskus. Yang paling utama, terus menambah kapasitas server supaya terus bisa menampung pengguna Kaskus. Selain itu, kami juga melakukan perbaikan sistem dan mengoptimalkan perangkat lunak.

Untuk komunitas itu sendiri, kami terus berusaha memperbaikinya. Salah satunya, saat ini Kaskus menghadirkan Ayu Utami di kategori Book Review, Billy Boen di Young On Top Kaskus Community, PILLAR Business Acelerator Kaskusers untuk konsultasi dalam menjalankan usaha kecil dan menengah (UKM). Selain itu, juga Hukumonline.com untuk memberikan informasi mengenai hukum di kategori Melek Hukum.

Selain itu, Kaskus pun sering melakukan kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki tujuan yang sama dalam memajukan pengguna internet di Indonesia.

Intinya kami ingin memberikan isi yang bermutu dan berguna bagi banyak orang.

Juragan, apa sih yang membuat agan punya ide untuk membuat Kaskus? Selama proses coding, ada enggak hambatannya? Pertama kali ada ide hingga coding apa sih yang membuat agan terus bertahan sampai sekarang?
(Arum, Yogyakarta)
Andrew: Awalnya ide pembuatan Kaskus sebenarnya sangat mendasar, yaitu keinginan untuk bisa berkomunikasi dengan teman-teman yang ada di Indonesia melalui media internet. Perjalanan Kaskus sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan.

Selama 12 tahun banyak kendala dan masalah yang kerap muncul, tetapi yang saya pelajari selama menjalankan Kaskus adalah kami harus menjalankan sesuatu sesuai dengan kesenangan kita (passion) dan tidak boleh mudah menyerah. Karena sesuatu yang besar itu harus diperoleh dengan perjuangan.

Bagaimana sih cara Kaskus memastikan diri menjadi media online yang dapat dipercaya di tengah kerentanan akan penipuan dan penjual-penjual yang tidak jujur?

(Mochamad Triawan, Kayu Putih, Jakarta)
Kalau kita bicara soal penipuan, penipuan tidak hanya terjadi di dunia nyata atau online. Transaksi di pasar saja yang bertatap muka kadang bisa ditipu, apalagi online. Untuk itu, kewaspadaan yang harus diutamakan. Sebagai contoh, apabila ada ponsel dengan harga pasaran Rp 500.000 kemudian ada yang menawarkan dengan harga Rp 100.000, kita seharusnya sudah curiga karena barang tersebut sudah tentu to good to be true. Ke depan nanti Kaskus akan menerapkan sistem verifikasi anggota yang diharap akan menambah kredibilitas dari penjual atau pembeli. (USH/DOE)

sumber

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 komentar:

Posting Komentar

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)

Advertisements

YOUR GOOGLE ADSENSE CODE HERE (300x250)